Tetap Produktif di Tengah Pandemi

“Kebijakan belajar di rumah, kebijakan bekerja di rumah, kebijakan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan,” ucap Presiden Joko Widodo lewat video conference, Kamis, 19 Maret 2020, ketika membuka rapat laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019. Presiden Jokowi menegaskan bahwa kebijakan yang akan dibuat terkait dengan penanganan wabah Covid-19 ini harus senantiasa mendukung masyarakat agar tetap dapat produktif dari rumah masing-masing.

Melalui Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi salah satu pilihan yang ditawarkan oleh Pemerintah Pusat kepada setiap Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kota, maupun Kabupaten untuk menekan penyebaran Virus Corona di wilayahnya masing-masing jika dirasa diperlukan. Upaya PSBB ini kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 Tahun 2020 yang disahkan pada tanggal 3 April 2020.

Secara garis besar, PSBB ini mewajibkan masyarakat untuk tidak keluar rumah apa lagi berkumpul di tempat umum. Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menjadi Provinsi pertama yang menerapkan PSBB tersebut pada Hari Jumat, 10 April 2020. Dilansir dari Kompas.com, per tanggal 14 April 2020, Kemenkes telah menyetujui pelaksanaan PSBB di sejumlah wilayah lain di sekitar DKI Jakarta yaitu Bogor, Bekasi, dan Tangerang serta Pekanbaru.

Kebijakan ini membuat mayoritas masyarakat harus belajar, beribadah, dan bekerja dari rumah. Dikutip dari Tempo.co, Angkie Yudistia, Staf Khusus dan Juru Bicara Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah kesempatan untuk berlibur. Pemerintah mengharapkan masyarakat agar tetap produktif dari rumah masing-masing di tengah pandemi ini. Upaya sosialisasi dan kampanye pun dilakukan, seperti istilah work from home dan #dirumahaja yang telah dikumandangkan oleh pemerintah, para influencer, dan juga masyarakat luas melalui berbagai media massa dan media sosial.

Di satu sisi, kebijakan untuk tetap di rumah dan bekerja dari rumah ini membuat kita memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan aktivitas. Diambil dari Tribunnews.com, rata-rata warga Jabodetabek setiap hari menghabiskan waktu 90 menit di jalan untuk menuju dan pulang dari tempat kerja ke rumah. Jadi, selain menghemat waktu, work from home juga dapat mengurangi potensi stres dan emosi karena terkena macet di jalan.

Waktu di jalan yang bisa dihemat tersebut dapat kita gunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif yang sesuai dengan keinginan dan kegemaran kita masing-masing. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas, kualitas diri, mengurangi stres, serta mendekatkan diri dengan keluarga di rumah.

Namun ingat, kita harus tetap menjaga profesionalitas dan integritas kita! Bersikap profesional dan berintegritas berarti kita harus tetap jujur, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Kita harus tetap menyelesaikan tugas dan tanggung jawab utama kita terlebih dahulu sebelum melakukan hobi atau aktivitas lain yang kita sukai. Disiplin berarti kita tidak menunda-nunda pekerjaan tersebut dan menyelesaikannya tepat waktu.

Untuk teman-teman khususnya yang pelajar, tugas dan tanggung jawab tersebut juga harus kita selesaikan dengan jujur dan mandiri. Tidak meminta orang lain untuk mengerjakan tugas tersebut dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak diperkenankan.

Jadi, selain bisa tetap produktif dan melakukan hobi atau hal-hal yang kita sukai, masa work from home ini juga dapat melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih profesional dan berintegritas! (DL/DSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *