Hari raya Idul Adha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah merupakan puncak ibadah haji yang merupakan rukun Islam ke-5. Tentunya jamaah berharap agar dapat menjalani ibadah haji dengan khusyuk dan dapat menggunakan fasilitas yang diselenggarakan oleh penyelenggara haji sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Oleh karena itu, tata kelola dan integritas penyelenggaraan haji menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pelayanan terhadap seluruh jamaah terpenuhi dan dinikmati setiap jamaah secara merata dan adil. Salah satu ibadah utama pada 10 Dzulhijjah adalah menyembelih hewan kurban yang merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan mengajarkan kepedulian, keadilan, dan semangat berbagi, serta memotong sifat egois, keserakahan, dan kemalasan yang menjadi “hewan kurban” dalam diri manusia.
Namun, beberapa kasus korupsi terkait penyelenggaraan haji kerap terjadi dan bertolak belakang dengan makna menghilangkan keserakahan. Diantaranya, kasus korupsi yang dilakukan SAI, menteri agama terkait penyelenggaraan haji dan penyalahgunaan Dana Operasional Menteri (DOM) tahun 2011-2023 untuk kepentingan pribadi. Kasus terkait penyelenggaraan haji saat ini juga kembali menjadi perhatian publik berupa dugaan suap dan korupsi diskresi pembagian kuota haji periode 2023-2024 yang saat ini sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus seperti ini selain merugikan negara, tentu yang paling berdampak adalah jamaah haji/calon jamaah haji yang dapat mengalami penurunan pelayanan, daftar tunggu yang lebih lama, serta tidak mendapatkan fasilitas yang seharusnya menjadi haknya.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk memitigasi risiko penyalahgunaan penyelenggaraan haji diantaranya dengan pemetaan 48 titik rawan korupsi di tahap regulasi, kebijakan kuota, kelembagaan, dan rekrutmen Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH); Digitalisasi sistem kuota haji yang transparan untuk memitigasi suap, pungli, dan jual beli kuota ilegal; dan melibatkan KPK dalam memonitoring pelaksanaan penyelenggaraan haji. Sampai 15 Mei 2026, Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 159 ribu jemaah haji telah tiba di Arab Saudi. Kita berharap agar perayaan haji pada tahun ini dapat berjalan dengan baik dan tidak ada lagi penyalahgunaan, apalagi suap dan korupsi yang sangat merugikan.
Selamat Hari Raya Idul Adha. Mari jadikan momentum kurban untuk menyembelih ego, membuang sifat serakah, dan memperkuat integritas. Semoga keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail menginspirasi kita untuk selalu jujur, amanah, dan peduli terhadap sesama. (QV/DSS)
#IdulAdha #PerayaanIdulAdha #HariRayaIdulAdha #Hari Raya #Ibadah Haji
