Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam tradisi Islam yang dipahami sebagai perjalanan malam Nabi Muhammad SAW. Secara istilah, Isra berarti perjalanan malam hari, sedangkan Mi’raj berarti naik ke langit atau tempat yang tinggi keduanya menggambarkan perjalanan spiritual yang agung yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam satu malam yang luar biasa.
Peristiwa ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 1 yang menyatakan bahwa Allah SWT memperjalankan hamba-Nya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sebagai tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Esensi peristiwa ini dipahami sebagai momen luar biasa yang memperkuat keimanan dan keyakinan umat Islam terhadap risalah Nabi Muhammad SAW.
Salah satu aspek paling dikenal dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah turunnya perintah shalat lima waktu. Perintah ini bukan saja merupakan ritual ibadah, tetapi juga simbol konsistensi dan disiplin spiritual nilai-nilai yang melampaui waktu. Shalat menjadi sebuah pengingat harian akan tanggung jawab manusia terhadap pencipta, dan memupuk kualitas konsisten dalam tindakan sehari-hari.
Dalam konteks yang lebih luas, peristiwa Isra’ Mi’raj juga mengandung pelajaran tentang integritas diri dan keteguhan moral. Integritas dapat dipahami sebagai keselarasan antara nilai yang diyakini dan tindakan yang dilakukan.
Nilai-nilai seperti kebenaran, konsistensi, keberanian moral, dan tanggung jawab tidak hanya relevan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setiap individu. Integritas berarti tetap teguh pada nilai kebenaran, meskipun dihadapkan pada pilihan yang sulit atau ketika hasilnya tidak segera tampak. Integritas adalah bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang dikatakan. Hal ini sejalan dengan makna spiritual Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa yang menunjukkan kekuasaan ilahi dan keteguhan Nabi dalam menerima dan menyampaikan wahyu.
Peringatan Isra’ Mi’raj menjadi momen reflektif bagi setiap orang untuk meninjau kembali kompas nilai yang menjadi pegangan. Lebih dari sekadar mengenang peristiwa sejarah nabi, peringatan ini mengajak kita untuk menumbuhkan sikap yang kuat terhadap kejujuran, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai kehidupan, sehingga tindakan kita sehari-hari mencerminkan konsistensi antara keyakinan dan perbuatan. Selamat memperingati Isra Mi’raj. (FES/DSS)#IsraMiraj #MaknaIsraMiraj #Integritas #RefleksiNilai #NilaiKehidupan
